Paket Tour Aceh

Pakej Tour Aceh – Sabang

 

0Hari Pertama :   AIRPORT – Hotel.    
 
Tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Meet & greet dengan perwakilan kami , dan langsung menuju ke restoran lokal untuk makan siang. Dalam perjalanan kita akan singgah dilokasi kuburan massal tsunami di Siron, kuburan terbesar korban tsunami 2004. Setelah makan siang kita akan melihat kota Banda Aceh dan check in hotel untuk istirahat. Makan malam di restoran lokal. Malam acara bebas.
 
 
 
 
 
 
 
Hari Kedua :   Hotel – Banda Aceh Tour
 
 
aceh  Sarapan pagi di hotel, langsung City Tour Banda Aceh, mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman ( Masjid kebanggaan Aceh ) selanjutnya ke Lampulo melihat kapal nelayan yang tersangkut di atas atap rumah penduduk. Terus ke makam Syiah Kuala di Lamdingin (Tokoh ulama besar di zaman Sulthan Iskandar Muda ), Melihat Makam Sulthan Iskandar Muda, Sulthan yang memiliki permaisuri dari Malasyia ( Putro Phang ), juga Taman Putro Phang dan Pinto Khof juga Gunongan yang di bangun untuk permaisuri Putro Phang, dilanjutkan ke Museum Tsunami, Kuburan Belanda Kerkoff, The Monument RI 001 Seulawah ( Cikal bakalnya pesawat Garuda Indonesia ), singgah di PLTD Apung Desa Punge Blang Cut, Kuburan massal Ulee Lheu dan Mesjid Ulee Lheu ( salah satu masjid yang selamat sa’at tragedi Tsunami padahal letaknya sangat dekat dengan laut ). Makan siang di Banda Seafood Restaurant di Ulee Lheu, setelah itu tour dilanjutkan kembali menuju pantai Lhoknga, singgah di rumah Cut Nyak Dhien di Lampisang, melewati Pabrik Semen Andalas yang dulu hancur akibat tsunami, menuju ke pantai Lampu’uk, melihat Masjid Lampuuk yang selamat dari tsunami. Makan malam yang eksotik di Joel’s bungalow Restaurant di Lampu’uk, sambil menyaksikan matahari terbenam ( Sunset ), setelah itu kembali ke hotel dan acara bebas.
 
 
 
Hari Ketiga :   Hotel – Sabang Tour
 
Teupin LayeuSetelah sarapan pagi, chek out dari hotel langsung menuju ke pelabuhan Ulee Lheu, untuk menyeberang ke Sabang dengan kapal cepat Pulo Rondo yang berangkat jam 09:30, waktu ditempuh sekitar 45 menit. Tiba di Balohan kita akan langsung menuju ke KM 0 sebagai tempat yang paling barat dari Indonesia, disini kita akan melihat monumen KM 0, kemudian menuju Pantai Iboih tempat pantainya yang indah dan sangat jernih, disini sudah ada Buttom glass boat yang akan mengantar kita untuk melihat keindahan taman lautnya dan juga mengelilingi Pulau Rubiah tempat pertama kali orang Indonesia melakukan perjalanan ibadah haji ke Mekkah ( Harga Exclude ). Juga disewakan peralatan snorkling ( harga Exclude ). Dari Iboih kita menuju pantai Gapang. Makan siang di restoran lokal. Dari Gapang kita menuju kota Sabang, Pantai Paradiso, Sabang Hill, Sabang Fair. Sambil melihat matahari terbenam. Makan malam di restoran lokal. Chek in Hotel. Malam acara bebas.
 
Hari Keempat :   Hotel – Banda Aceh – Bandara  
bus wisata 24 seat N' 40 seatSesudah sarapan pagi di hotel. Jam 07:00 kita chek out menuju ke pelabuhan Balohan untuk menyeberang ke Banda Aceh dengan kapal cepat Bahari Express yang berangkat tepat jam 08:00. Sekitar jam 09:00 tiba di Ulee lheu, Free program, kita akan singgah ke toko souvenir untuk membeli oleh-oleh khas Aceh), kemudian transfer ke bandara Sultan Iskandar Muda untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Tour di Aceh selesai. Rental Mobil Aceh
Selamat jalan…
TEMPAT WISATA LAINYA DI BANDA ACEH
MESJID BAITURAHIM YANG SEULAMAT DARI GELOBANG TSUNAMI HANYA BEBERAPA METER DAR LAUT
masjid aceh 2
MESIUM TSUNAMI ACEH
museum-tsunami-aceh1
KAPAL SANGKUT DI ATAS RUMAH KETIKA TSUNAMI MENERJANG ACEH
l8mh
KAPAL PLTD APUNG DENGAN BERAT 2500 TON YANG MASUK KE RUMAH PADAT PENDUDUK DI DESA PUNGE
^_^2886
MAKAM RAJA ACEH SULTAN ISKANDAR MUDA (1607- 1636 )
sultan
TAMAN PUTROE PHANG ( PUTERI KERAJAAN PAHANG DARI MALAYSIA )
Taman Putroe Phang2
 
MONUMEN PESAWAT  PERTAMA INDONESIA DAKOTA RI -001 SUMBANGAN MASYARAKAT ACEH UNTUK INDONESIA YG TERLUPAKAN

800px-Seulawah_001

Pesawat Dakota RI-001 Seulawan, begitulah sebutannya. Replika pesawat tersebut kini diabadikan di Lapangan Blang Padang , Banda Aceh. Pesawat ini adalah cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways yang kini lebih dikenal dengan Garuda Indonesia. Pesawat ini sangat besar jasanya dalam perjuangan awal pembentukan negara Indonesia.

Masyarakat Aceh menyerahkan pesawat terbang Seulawah pada 1948 kepada pemerintah RI untuk meneruskan perjuangan melawan penjajahan Belanda. Sumbangan dari rakyat Aceh tersebut setara dengan 20 kg emas.

Ketika keadaan sedang genting, Bung Karno berseru kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa dari Acehlah perjuangan diteruskan merebut setiap jengkal tanah yang diduduki Belanda. Biar negara ini tinggal selebar payung, perjuangan tetap diteruskan sampai penjajah angkat kaki dari bumi Indonesia.

Untuk menggempur blockade Belanda, maka negara memerlukan sebuah pesawat terbang. Sudah beberapa wilayah di Sumatera Bung Karno singgahi, namun hanya masyarakat Aceh lah yang memenuhi anjuran Bung Karno untuk menyumbangkan pesawat terbang.

Dilihat dari segi fisik, Pesawat Dakota RI-001 ini memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28.96 meter. Bertenaga dua mesin Pratt & Whitney, berbobot 8.030 kg. Sementara kemampuan jelajahnya, dengan kecepatan maksimum 346 km/jam.

Kehadiran Dakota RI-001 membuka jalur penerbangan Jawa-Sumatera, bahkan sampai ke luar negeri. Pada bulan November 1948, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengadakan perjalanan keliling Sumatera dengan rute Maguwo-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payakumbuh-Maguwo.

Pilot pertama Republik Indonesia?

Bobby Freeberg jawabannya, walaupun Bob merupakan seorang berkewarganegaraan Amerika, namun ia telah menyumbangkan tenaganya yang begitu berarti untuk kemerdekaan bangsa ini. Bob tidak dilahirkan atau dibesarkan di Indonesia, tetapi hatinya ia sumbangkan untuk bumi pertiwi.

Bob menerbangkan Pesawat Dakota RI-002 yang merupakan pesawat hasil jerih payah tabungannya sendiri. Oleh pemerintah Indonesia, Bob dan pesawatnya sekaligus disewa karena pada saat itu Indonesia sama sekali tidak memiliki pesawat angkut sama sekali.